Malam ini (7-5-2011) aku di ajak papa dan mama jalan-jalan. Sebenarnya agak capek sih karena siangnya sudah jalan-jalan ke tempat mas Bintang dan dek Sakti. Biasanya siang hari adalah waktuku untuk tidur sehingga malam harinya tak cepat mengantuk dan bisa ikut papa begadang sesekali terutama disaat libur sekolah. Tapi karena tujuannya cuman untuk membeli sepatu sandal untukku sendiri, ya okelah. Karena sepatu sandal yang lama sudah tak cukup, sementara aku memerlukannya untuk jalan-jalan agar tak ribet lagi pake sepatu & kaos kakinya yang kadang-kadang aku masih sedikit susah untuk memasangnya.
Dengan mengendarai sepeda motor, kami pun sampai di sebuah mall, dan di sana mama dan papa sibuk memilih sedangkan saya bermain-main sendiri. Kebetulan lantainya licin dan bersih, enak untuk bermain ski-skian juga untuk tempat tidur-tiduran. Eit.. untuk yang terakhir tidak dibolehin sama mama, telunjuk yang dikibas-kibaskan seperti ekor gug gug itu adalah tanda larangan. Don’t do it.
Setelah agak lama dan bikin aku mulai bete, papa mama akhirnya menyodorkan sepasang sepatu yang menurut mereka bagus. Tapi aku tak begitu tertarik. Aku tertarik dengan sepasang sepatu sandal yang lain yang papa mama tak begitu menyenanginya, gimana dong?
Mama papaku tetap menyarankan untuk mencoba pilihan mereka, macam-macam bujukan dicoba. Aku bersikukuh dengan pilihanku. Aku tak tau alasannya kenapa, ya pokoknya suka aja.
Setelah berbagai bujukan tak berhasil akhirnya mama dan papa menuruti keinginanku
. Sesampai di rumah, setelah dicoba, mama dan papa ternyata bilang “setelah dilihat terus-terusan memang lebih bagus ini ya dibanding yang tadi” sambil cengengesan. Tuh kan! jangan sepelekan ‘mata’ Andin makanya. Kapan-kapan kalau papa bingung dengan tugas desainnya, bingung dengan pilihan-pilihan bentuk dan warna mana yang sesuai, bilang aja deh sama Andin, ntar Andin pilihin. Tapi Andin gak janji juga sebenarnya :p